fbpx
Panduan Umroh: Dari Memilih Biro Umroh hingga Ibadah Umroh

Panduan Umroh: Dari Memilih Biro Umroh hingga Ibadah Umroh

Seputar Umroh & Haji | 14 September 2022

Umroh bisa dilakukan kapanpun kecuali saat musim haji periode terakhir adalah Syawal dan setelah lebaran haji lebih 1 bulan akan kembali dibuka.

Umroh adalah berkunjung atau ziarah ke Mekkah dengan rukun ibadah tertentu. Pendapat dari Imam Syafi’i dan ulama Hambali bahwa hukum umroh itu wajib sekali seumur hidup.

Umroh wajib meliputi: umroh pertama kali, umroh yang jadi bagian dari haji, dan umroh karena nadzar.

Umroh sunah meliputi umroh kedua dan seterusnya, bukan karena nadzar.

Adapun rukun ibadah umroh meliputi Ihram, Thawaf, Sa’i, dan Tahallul. Apabila syarat ini tidak terpenuhi, maka umroh tersebut tidak sah/batal.

Dengan mengetahui bagaimana cara memilih biro umroh, mengetahui serangkaian rukun dan wajib umroh ini, seseorang akan terhindar dari kesalahan saat menjalankannya.

Panduan Umroh: Memilih Biro Umroh

  1. Mengumpulkan dana untuk menjalankan ibadah umroh. Untuk biaya umroh dari Solo mulai dari Rp. 25 juta.
  2. Memilih biro umroh resmi dan terbaik. Untuk mengetahui kinerja pelayanan biro umroh, Anda bisa melihat testimoni jamaah yang sudah pernah menggunakan layanan travel umroh tersebut.

Persiapan Umroh dan Apa Saja yang Perlu Dibawa

Dalam panduan umroh berikutnya, ada beberapa hal yang wajib kita perhatikan dalam persiapan umroh. Beberapa diantaranya yaitu:

  1. Gunting kecil untuk memotong rambut.
  2. Pakaian ihrom, biasanya sudah disediakan biro Umroh sebagai paket barang-barang milik calon jamaah yang harus disediakan oleh biro umroh.
    Selain pakaian ihrom serta pelatihan memakai Umroh termasuk pembekalan untuk hal-hal yang harus diketahui calon jamaah seperti manasik Umroh, sudah disiapkan oleh biro umroh.
  3. Sebelum berangkat umroh para calon jemaah agar mempersiapkan baik fisik ( dengan berolah raga dan berlatih untuk Thawaf dan Sai yang notabene berjalan kaki bahkan dengan ritme jalan cepat sekitar 3 kilometer jauhnya. Jadi fisik calon jamaah harus prima, meski di tanah suci bagi yang sakit disediakan jasa kursi roda namun harus membayar.
    Selain fisik, persiapan mental untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan salat 5 waktu dan salat sunnah sangat penting termasuk mengikuti pengajian yang tema pengajian membahas ibadah Umroh atau haji.
    Berdoa agar ibadah Umroh diberi kelancaran, kekuatan dan kemudahan juga harus dilakukan. “La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim“. (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Pelajari doa -doa untuk Umroh (biasanya biro Umroh menyediakan buku kecil yang berisi doa Umroh diantaranya perlu dihafalkan seperti kalimat Talbiyah

Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulku laa syariika lak.

Artinya: aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sungguh segala puji, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

Para calon jemaah juga lebih afdol bila mencari di google tempat untuk berdoa mustajab diantaranya, Masjid Nabawi, Raudhah dalam Masjid Nabawi adalah suatu tempat di antara mimbar tempat nabi Muhammad SAW berkhotbah hingga makam Nabi.

Tempat mustajab untuk menyampaikan keinginan jamaah umroh lainnya adalah Masjidil Haram serta Kakbah dan Hajar Aswad.

Rukun Ibadah Umroh

Setelah tiba di tanah suci, calon jamaah agar menjalankan rukun umroh secara berurutan/tertib

1. Ihram/Niat
Dalam ibadah umroh, niat ini diberi istilah ihram. Orang yang akan melakukan ibadah umroh menggunakan pakaian ihram (tanpa jahitan) dan melafazkan niat dari Miqat (titik awal memulai ibadah Umroh)

2. Thawaf
Rukun umroh selanjutnya adalah thawaf. Thawaf yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Titik awal Thawaf ini dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap Hajar Aswad ketika melewatinya.
Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jama’ah diperbolehkan dengan hanya memberi isyarat berupa lambaian tangan ke arah Hajar Aswad.

Ketika melakukan Thawaf jamaah diperbolehkan pula untuk berdzikir maupun melafadzkan doa atau harapan yang dimiliki.

3. Sa’i
Melakukan Sai sebanyak 7 kali.
Sa’i dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah sebanyak 7 kali putaran.

Usahakan ketika berada di atas Bukit Shafa kemudian menghadap ke arah Ka’bah lalu membaca doa yang berbunyi: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, walillaahil hamdu, AllaahuAkbar, ‘alaamaa hadaanaa walhamdulillahi ‘alamaa aulaana, Laa ilaaha illaallahu wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu biyadihil khaiiru wahuwa ‘alaa kulli syai inqadiir. Laa ilaaha illallahu wahdahu lasyarika lah, anjaza wa’dahu wanasara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdah, laa ilaha illallahu walana’ budu illaa iyyaahu mukhilisiina lahuddiina walau karihal kaafiruun.”

4. Bertahallul
Tata cara panduan umroh yang terakhir adalah tahallul.
Setelah melakukan beberapa rangkaian ibadah, jamaah bertahallul atau memotong rambut di Bukit Marwah. Untuk laki-laki lebih baik mencukur rambut sampai habis (gundul).
Sementara bagi kaum perempuan memotong rambut minimal 3 helai.

Demikian rukun terakhir Umroh.

Bagaimana tentang panduan umroh singkat di atas? Jika ada yang perlu Anda tanyakan, silakan hubungi Layanan Umroh & Haji Dewangga Solo. Kami akan selalu siap membantu Anda!

Halo Dewangga!